RADIO
A. Pengertian
Radio
Radio adalah teknologi yang
digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi
elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas, dan
merambat lewat udara, dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa
udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul
udara).
Pengertian
Radio Menurut Para Ahli
· Menurut
Ensiklopedia Indonesia
Pengertian radio menurut Ensiklopedia Indonesia adalah penyampaian informasi dengan menggunakan gelombong elektromagnetik bebas yang mempunyai frekuensi kurang dari 300 GHz.
Pengertian radio menurut Ensiklopedia Indonesia adalah penyampaian informasi dengan menggunakan gelombong elektromagnetik bebas yang mempunyai frekuensi kurang dari 300 GHz.
· Menurut
Wikipedia
Pengertian
radio menurut Wikipedia adalah teknologi yang digunakan untuk mengirim sinyal
dengan cara modulasi dan radiasi gelombang elektromagnetik.
· Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Pengertian
radio menurut KBBI adalah siaran suara atau bunyi yang dilakukan melalui udara.
· Menurut
Anwar Arifin
Sedangkan
pengertian radio menurut Anwar Arifin adalah alat komunikasi massa, di mana
alat ini menyiarkan informasi yang faktual yang berkaitan dengan kehidupan
masyarakat.
B.
Sejarah Radio
Stasiun
radio paling awal menggunakan sistem radiotelegrafi dan tidak membawa
audio. Agar siaran audio dimungkinkan, perangkat deteksi dan amplifikasi
elektronik harus digunakan. Tahun 1896, seorang ilmuwan Italia, Guglielmo Marconi mematenkan temuannya
mengenai telegraf nirkabel yang menggunakan dua sirkuit. Alat yang ditemukannya
itu menjadi awal penggunaan teknologi untuk menciptakan radio.
Radio yang ada sekarang kita
gunakan baik berupa kotak mandiri ataupun tertanam di Handphone atau bentuk
lain yang lebih kecil memiliki sejarah penemuan yang panjang.
Adalah
Guglielmo Marconi yang lahir pada 25
April 1874 seorang insinyur listrik Italia dan peraih hadiah Nobel, Dia
terkenal setelah mengembangkan suatu sistem telegrafi tanpa kabel yang dikenal
sebagai “radio”. Ia menerimanya bersama Karl Brau tahun 1909.
C.
Cara Kerja Radio
Cara kerja radio sebenarnya lumayan sederhana.
Gelombang radio yang dipancarkan bakal dipantulkan oleh lapisan udara di unsur
atmosfer bumi, tepatnya pada lapisan ionosfer. Pada lapisan inilah, gelombang
radio dipantulkan pulang ke bumi dan diciduk oleh menara penerima sinyal. Tak
heran bila jarak cakupan gelombang radio paling jauh sekali, bahkan dapat sampai
ke luar angkasa.
Kelebihan Radio :
1. Sifatnya santai. Kamu dapat menikmati siaran radio
seraya makan, seraya tidur, seraya bekerja, ataupun seraya mengemudikan mobil.
Hal ini tidak dapat kamu lakukan andai kamu sedang menyimak atau menyaksikan
media massa lainnya.
2. Lebih cepat dalam menyiarkan berita karena informasi
yang bakal disajikan tak membutuhkan proses rumit dan masa-masa lama laksana
yang disajikan dalam tv atau media cetak. Para reporter radio dapat
menyampaikan kabarnya secara cepat dan mudah melewati siaran radio.
3. Kata-kata yang disampaikan mempunyai sifat sederhana
dan gampang dimengerti oleh semua pendengar.
4. Tanpa batas, dengan kata lain siaran radio menjebol
batas geografis, batas demografis, dan ruang belajar sosial. Hanya kaum
tunarungu saja yang tak dapat mendengarkan siaran radio.
5. Murah. Jika dikomparasikan dengan harga berlangganan
media cetak atau harga pesawat televisi, pasti saja harga pesawat radio relatif
lebih murah. Kamu pun tidak dipungut ongkos sepeserpun saat memperhatikan
siaran radio.
6. Terasa lebih dekat dengan semua pendengar. Hal ini
terjadi sebab terkadang percakapan reporter radio menyentuh aspek pribadi.
Kekurangan Radio :
1.
Hanya sepintas.
Siaran radio seringkali hanya sepintas saja, cepat hilang dan gampang dilupakan
oleh semua pendengar. Hal ini terjadi sebab para pendengar tidak dapat
mengulang apa yang ia dengar. Berbeda dengan pembaca koran yang dapat mengulang
bacaannya dari awal.
2.
Sifatnya global
namun tidak detail. Sebagai contoh, penyiar radio akan melafalkan data angka
dalam format bulat, laksana “seribu orang lebih” guna angka 1054 orang.
3.
Batasan waktu.
Siaran radio mempunyai waktu terbatas, hanya 24 jam sehari, dan tidak dapat
ditambah.
4.
Beralur linier.
Program disajikan ke semua pendengar menurut urutan yang sudah ada, tidak dapat
meloncat-loncat dari satu unsur ke unsur lain laksana halnya surat kabar. Kalau
surat kabar, pembaca dapat langsung menyimak halaman tengah, halaman akhir,
ataupun unsur yang ia sukai.
D.
Sejarah Perkembangan Radio
Radio
ialah salah satu jenis media massa satu arah yang berperan untuk mengucapkan
pesan (berita, informasi dan hiburan) untuk masyarakat dengan cakupan luas.
Radio sudah menjalani proses pertumbuhan yang lumayan lama sebelum menjadi
media komunikasi massa seperti ketika ini. Berkat ketekunan tiga orang
cendikiawan, diantaranya seorang berpengalaman teori ilmu alam yang mempunyai
nama James Maxwell sukses menemukan formula yang diperkirakan dapat mewujudkan
gelombang elektromagnetis, yakni gelombang yang dipakai untuk kgelombang radio
dan televisi (1865).
Berdasarkan
teorinya bahwa gerakan magnetis dapat melintasi ruang antariksa dengan
kecepatan nyaris sama dengan kecepatan cahaya (186.000 mil/detik). Teori
Maxwell ini diperlihatkan oleh Heinrich Hertz pada tahun 1884. Tetapi baru
dipakai untuk destinasi praktis oleh Guglemo Marconi, dimana Marconi sudah
dapat mengantarkan tanda-tanda tanpa kawat mengarungi samudra Atlantik.
Perkembangan
radio sebagai media massa kemudian berkembang dibeberapa negara. Diawali di
Amerika Serikat (AS) dengan pengembangan penemuan Marconi oleh Dr. Lee De
Forest pada tahun 1906, karena tersebut pula ia dijuluku “The Father of radio”.
Sejak saat tersebut radio di AS mulai merasakan perkembangan yang pesat. Pada
bulan Maret 1923 sudah berdiri 556 stasiun radio. Baru pada tahun 1926
berdirilah NBC (National Broadcasting Radio) sebagai badan siaran radio yang
luas dan besar, lalu hadir pesaingnya yakni CBS (Columbia Broadcast System).
Sejak
saat tersebut juga radio terus berkembang dibeberapa negara laksana Inggris,
Perancis, Uni Sovyet, Jepang dan RRC. Selain merasakan perkembangan, radio pun
telah menginjak tahap penyempurnaan. Prof. E H Amstrong dari Universitas
Columbia pada tahun 1933 mengenalkan sistem Frequency Modulation (FM) sebagai
penyempurnaan dari Amplitudo Modulation (AM). Keutungan FM dari AM, antara
lain:
1.
Dapat dihilangkan interference
(gangguan/percampuran) sebab cuaca.
2.
Dapat menghilangkan interference yang
diakibatkan dua stasiun radio yang bekerja pada gelombang yang sama.
3.
Menyiarkan suara sebaik-baiknya.
E. Jenis-jenis Gelombang Radio dan
Pemancaran Gelombang
Penemuan
Gelombang Radio
Dasar teori dari perambatan gelombang
elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada 1873 oleh James
Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori
dinamika medan elektromagnetik (bahasa Inggris: A dynamical theory of
the electromagnetic field), berdasarkan hasil kerja penelitiannya antara 1861 dan 1865.
Pada 1878 David E. Hughes adalah orang
pertama yang mengirimkan, dan menerima gelombang radio ketika dia menemukan
bahwa keseimbangan induksinya menyebabkan gangguan ke telepon buatannya.
Dia mendemonstrasikan penemuannya kepada Royal Society pada 1880 tetapi hanya
dibilang itu cuma merupakan induksi.
Adalah Heinrich Rudolf Hertz yang,
antara 1886 dan 1888, pertama kali membuktikan teori Maxwell
melalui eksperimen, memperagakan bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti
gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan menemukan bahwa persamaan
elektromagnetik dapat diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan
gelombang.
Jenis-jenis
Gelombang Radio :
1.
Gelombang panjang (long wave) ;
gelombang jenis ini memiliki signal yang panjang sehingga mampu menjangkau
range area yang sangat luas. Kerugian dari gelombang ini adalah memerlukan daya
listrik yang sangat besar sehingga mahal dalam operasionalnya, Karena jenis
gelombangnya panjang dan lebar menyebabkan rentan terhadap gangguan (noise).
2.
Gelombang pendek (short wave) gelombang
yang menggunakan udara sebagai mediator. Jenis gelombang ini adalah SW (short
wave), Keuntungan dari gelombang ini adalah Mampu menjangkau wilayah (coverage
area) yang luas Banyak digunakan oleh pemancar internasional atau antar benua,
Kerugian dari gelombang ini adalah Banyak noise-nya khususnya dari matahari,
cuaca, udara, halilintar dsb, Suara manusia dapat didengar dengan baik tetapi
pengguanaan sound effect kehilangan mutu kulitasnya (kabur).
3.
Gelombang medium (medium wave) ;
gelombang yang menggunakan permukaan bumi sebagai mediator. Secara umum
kebanyakan gelombang yang dipakai oleh stasiun radio. Jenis yang dipakai oleh
gelombang ini adalam AM (amplitudo modulation) dan FM (frequency modulation)
Keuntungan dari gelombang ini adalah Permukaan bumi kurang dipengaruhi cuaca
sehingga tidak terjadi noise Mutu penyiaran lebih bagus dalam kualitas suara
dan sound effect. Kerugian dari gelombang ini adalah Tanah menyerap gelombang
lebih cepat daripada udara yang menyebabkan jarak jangkauan siaran lebih sempit
sehingga memerlukan booster, Tanah di Indonesia mengandung besi yang cepat
menyerap gelombang sehingga merupakan penghantar yang buruk.
Pemancaran Gelombang :
1. Gelombang radio melalui kabel Merupakan cara mudah
dalam memindahkan suara melalui radio, tetapi juga paling mahal. Prinsip
pemancaran gelombang seperti ini umumnya digudakan di dalam gedung atau yang
lebih dikenal sebagai in house radio (contoh kampus-kampus di Amerka atau
inhouse radio di Matahari departement store) Keuntungannya dari gelombang ini
adalah suara amat bagus, tidak ada gangguan Kerugian dari gelombang ini adalah
membutuhkan biaya yang banyak karena diperlukan ribuan kabel.
2. Gelombang radio melalui udara Pemancaran dengan cara
ini biasanya menggunakan gelombang pendek. Mekanisme kerjanya adalah
melemparkan gelombang suara dengan sudut tertentu ke langit-langit angkasa.
Suara dalam bentuk gelombang itu selanjutnya dipantulkan dengan sudut yang sama
ke permukaan bumi.
3. Radio Steaming / Radio Online Radio Online adalah
yang di pancarkan dengan menggunakan teknologi berbasis digital, yang di
kirimkan melalui Media media pengirim data seperti Satelite dan jaringan
kabel.Suara dan Musik dari station radio akan di konversi menjadi bilangan
biner, yang membentuk kode-kode yang nantinya kode tersebut bisa di konversi
kembali ke dalam bentuk suara yang bisa kita dengar.
F. Komponen-komponen Radio
Beberapa
komponen-komponen radio dan fungsinya yang perlu diketahui oleh kita bersama,
adapun dalam masing-masing bagian radio tersebut, terdapat pula beberapa macam
komponen elektronika sebagai alat pelengkap dan penyusunnya. terkait komponen
yang ada pada dalam bagian radio lengkap beserta dengan fungsinya. Langsung
saja kita simak ulasannya, di bawah ini ada beberapa informasi komponen-komponen
radio.
·
Oscilator dan mixer
Pada
bagian oscilator dan mixer ini ada terdapat beberapa komponen elektronika
sebagai alat penyusun seperti spoel oscilator, transistor, dan
juga resistor.
Adapun Transistor berfungsi sebagai alat penyambung dan pemutus (switching), menstabilisasi tegangan, dan juga untuk memodulasi sinyal.
Dan Resistor berfungsi untuk menahan arus listrik.
Adapun Transistor berfungsi sebagai alat penyambung dan pemutus (switching), menstabilisasi tegangan, dan juga untuk memodulasi sinyal.
Dan Resistor berfungsi untuk menahan arus listrik.
·
Tuning atau lingkaran penala
Pada
bagian tuning atau lingkaran penala ini terdapat beberapa alat komponen
penyusun, seperti spoel antena atau batang ferit, kondensetor
keramik, farco, dan antena batang. Adapun fungsi-fungsi dari komponen
yang terdapat pada bagian tuning atau alat komponen penyusunnya tersebut antara
lain adalah:
Spoel antena berfungsi sebagai alat untuk menangkap gelombang elektomagnetik.
Kondensator keramik berfungsi sebagai alat penyaring arus/tegangan dan penyaring frekuensi radio.
Spoel antena berfungsi sebagai alat untuk menangkap gelombang elektomagnetik.
Kondensator keramik berfungsi sebagai alat penyaring arus/tegangan dan penyaring frekuensi radio.
Farco
atau kondensator variabel berfungsi untuk memilih gelombang frekuensi tertentu
yang ditangkap oleh radio. Adapun Antena batang berfungsi untuk menangkap
gelombang elektromagnetik yang ada di udara.
·
Penguat frekuensi menengah (MF/IF)
Pada
bagian penguat frekuensi menengah (MF/IF) ini terdapat juga komponen elektronika
sebagai alat penyusun yang berupa kondensator elektrolit atau elco.
Adapun Elco berungsi untuk menyimpan energi dalam medan listrik dengan cara mengumpulkan internal muatan listrik yang tidak seimbang.
Adapun Elco berungsi untuk menyimpan energi dalam medan listrik dengan cara mengumpulkan internal muatan listrik yang tidak seimbang.
·
Detector
Dibagian
detector, terdapat beberapa komponen penyusun, seperti detector dan potensiometer.
Dioda detector berfungsi untuk memberikan arus listrik yang searah.
Potensiometer berfungsi sebagai sebuah resistor variabel atau rheostat dalam urusan untuk pembagian tegangan.
Dioda detector berfungsi untuk memberikan arus listrik yang searah.
Potensiometer berfungsi sebagai sebuah resistor variabel atau rheostat dalam urusan untuk pembagian tegangan.
·
Penguat suara (AF)
Getaran
suara yang dihasilkan oleh komponen potensiometer, yaitu keadaannya masih
begitu lemah. Oleh seab itu harus diperkuat dengan menggunakan penguat suara
(AF). Dalam penguat suara tersebut, komponen yang bertugas adalah transistor.
Adapun transistor berfungsi sebagai alat penguat getaran suara.
Adapun transistor berfungsi sebagai alat penguat getaran suara.
·
Penguat akhir
Dalam
bagian-bagian penguat akhir (AF) ini terdapat komponen elektronika sebagai alat
penyusun yang berupa transformator (trafo IT dan OT). Adapun
transformator tersebut terdiri dari dua macam, yaitu transformator step up dan
transformator step down.
Adapun fungsi Transformator step up adalah untuk menaikkan tegangan.
Sedangkan Transformator step down berfungsi untuk menurunkan tegangan.
Semoga bermanfaat :)
Adapun fungsi Transformator step up adalah untuk menaikkan tegangan.
Sedangkan Transformator step down berfungsi untuk menurunkan tegangan.
Semoga bermanfaat :)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar