Selasa, 15 Oktober 2019

RADIO


RADIO
A.   Pengertian Radio
Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas, dan merambat lewat udara, dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).
Pengertian Radio Menurut Para Ahli
·          Menurut Ensiklopedia Indonesia
Pengertian radio menurut Ensiklopedia Indonesia adalah penyampaian informasi dengan menggunakan gelombong elektromagnetik bebas yang mempunyai frekuensi kurang dari 300 GHz.
·          Menurut Wikipedia
Pengertian radio menurut Wikipedia adalah teknologi yang digunakan untuk mengirim sinyal dengan cara modulasi dan radiasi gelombang elektromagnetik.
·          Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Pengertian radio menurut KBBI adalah siaran suara atau bunyi yang dilakukan melalui udara.
·           Menurut Anwar Arifin
Sedangkan pengertian radio menurut Anwar Arifin adalah alat komunikasi massa, di mana alat ini menyiarkan informasi yang faktual yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

B.     Sejarah Radio
Stasiun radio paling awal menggunakan sistem radiotelegrafi dan tidak membawa audio. Agar siaran audio dimungkinkan, perangkat deteksi dan amplifikasi elektronik harus digunakan. Tahun 1896, seorang ilmuwan Italia, Guglielmo Marconi mematenkan temuannya mengenai telegraf nirkabel yang menggunakan dua sirkuit. Alat yang ditemukannya itu menjadi awal penggunaan teknologi untuk menciptakan radio.
Radio yang ada sekarang kita gunakan baik berupa kotak mandiri ataupun tertanam di Handphone atau bentuk lain yang lebih kecil memiliki sejarah penemuan yang panjang.
Adalah Guglielmo Marconi yang lahir pada 25 April 1874 seorang insinyur listrik Italia dan peraih hadiah Nobel, Dia terkenal setelah mengembangkan suatu sistem telegrafi tanpa kabel yang dikenal sebagai “radio”. Ia menerimanya bersama Karl Brau tahun 1909.
C.    Cara Kerja Radio
Cara kerja radio sebenarnya lumayan sederhana. Gelombang radio yang dipancarkan bakal dipantulkan oleh lapisan udara di unsur atmosfer bumi, tepatnya pada lapisan ionosfer. Pada lapisan inilah, gelombang radio dipantulkan pulang ke bumi dan diciduk oleh menara penerima sinyal. Tak heran bila jarak cakupan gelombang radio paling jauh sekali, bahkan dapat sampai ke luar angkasa.
Kelebihan Radio :
1.      Sifatnya santai. Kamu dapat menikmati siaran radio seraya makan, seraya tidur, seraya bekerja, ataupun seraya mengemudikan mobil. Hal ini tidak dapat kamu lakukan andai kamu sedang menyimak atau menyaksikan media massa lainnya.
2.      Lebih cepat dalam menyiarkan berita karena informasi yang bakal disajikan tak membutuhkan proses rumit dan masa-masa lama laksana yang disajikan dalam tv atau media cetak. Para reporter radio dapat menyampaikan kabarnya secara cepat dan mudah melewati siaran radio.
3.      Kata-kata yang disampaikan mempunyai sifat sederhana dan gampang dimengerti oleh semua pendengar.
4.      Tanpa batas, dengan kata lain siaran radio menjebol batas geografis, batas demografis, dan ruang belajar sosial. Hanya kaum tunarungu saja yang tak dapat mendengarkan siaran radio.
5.      Murah. Jika dikomparasikan dengan harga berlangganan media cetak atau harga pesawat televisi, pasti saja harga pesawat radio relatif lebih murah. Kamu pun tidak dipungut ongkos sepeserpun saat memperhatikan siaran radio.
6.      Terasa lebih dekat dengan semua pendengar. Hal ini terjadi sebab terkadang percakapan reporter radio menyentuh aspek pribadi.

Kekurangan Radio :
1.      Hanya sepintas. Siaran radio seringkali hanya sepintas saja, cepat hilang dan gampang dilupakan oleh semua pendengar. Hal ini terjadi sebab para pendengar tidak dapat mengulang apa yang ia dengar. Berbeda dengan pembaca koran yang dapat mengulang bacaannya dari awal.
2.      Sifatnya global namun tidak detail. Sebagai contoh, penyiar radio akan melafalkan data angka dalam format bulat, laksana “seribu orang lebih” guna angka 1054 orang.
3.      Batasan waktu. Siaran radio mempunyai waktu terbatas, hanya 24 jam sehari, dan tidak dapat ditambah.
4.      Beralur linier. Program disajikan ke semua pendengar menurut urutan yang sudah ada, tidak dapat meloncat-loncat dari satu unsur ke unsur lain laksana halnya surat kabar. Kalau surat kabar, pembaca dapat langsung menyimak halaman tengah, halaman akhir, ataupun unsur yang ia sukai.

D.    Sejarah Perkembangan Radio
Radio ialah salah satu jenis media massa satu arah yang berperan untuk mengucapkan pesan (berita, informasi dan hiburan) untuk masyarakat dengan cakupan luas. Radio sudah menjalani proses pertumbuhan yang lumayan lama sebelum menjadi media komunikasi massa seperti ketika ini. Berkat ketekunan tiga orang cendikiawan, diantaranya seorang berpengalaman teori ilmu alam yang mempunyai nama James Maxwell sukses menemukan formula yang diperkirakan dapat mewujudkan gelombang elektromagnetis, yakni gelombang yang dipakai untuk kgelombang radio dan televisi (1865).
Berdasarkan teorinya bahwa gerakan magnetis dapat melintasi ruang antariksa dengan kecepatan nyaris sama dengan kecepatan cahaya (186.000 mil/detik). Teori Maxwell ini diperlihatkan oleh Heinrich Hertz pada tahun 1884. Tetapi baru dipakai untuk destinasi praktis oleh Guglemo Marconi, dimana Marconi sudah dapat mengantarkan tanda-tanda tanpa kawat mengarungi samudra Atlantik.
Perkembangan radio sebagai media massa kemudian berkembang dibeberapa negara. Diawali di Amerika Serikat (AS) dengan pengembangan penemuan Marconi oleh Dr. Lee De Forest pada tahun 1906, karena tersebut pula ia dijuluku “The Father of radio”. Sejak saat tersebut radio di AS mulai merasakan perkembangan yang pesat. Pada bulan Maret 1923 sudah berdiri 556 stasiun radio. Baru pada tahun 1926 berdirilah NBC (National Broadcasting Radio) sebagai badan siaran radio yang luas dan besar, lalu hadir pesaingnya yakni CBS (Columbia Broadcast System).

Sejak saat tersebut juga radio terus berkembang dibeberapa negara laksana Inggris, Perancis, Uni Sovyet, Jepang dan RRC. Selain merasakan perkembangan, radio pun telah menginjak tahap penyempurnaan. Prof. E H Amstrong dari Universitas Columbia pada tahun 1933 mengenalkan sistem Frequency Modulation (FM) sebagai penyempurnaan dari Amplitudo Modulation (AM). Keutungan FM dari AM, antara lain:
1.      Dapat dihilangkan interference (gangguan/percampuran) sebab cuaca.
2.      Dapat menghilangkan interference yang diakibatkan dua stasiun radio yang bekerja pada gelombang yang sama.
3.      Menyiarkan suara sebaik-baiknya.

E.     Jenis-jenis Gelombang Radio dan Pemancaran Gelombang
Penemuan Gelombang Radio
Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik (bahasa Inggris: A dynamical theory of the electromagnetic field), berdasarkan hasil kerja penelitiannya antara 1861 dan 1865.
Pada 1878 David E. Hughes adalah orang pertama yang mengirimkan, dan menerima gelombang radio ketika dia menemukan bahwa keseimbangan induksinya menyebabkan gangguan ke telepon buatannya. Dia mendemonstrasikan penemuannya kepada Royal Society pada 1880 tetapi hanya dibilang itu cuma merupakan induksi.
Adalah Heinrich Rudolf Hertz yang, antara 1886 dan 1888, pertama kali membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen, memperagakan bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan gelombang.


Jenis-jenis Gelombang Radio :
1.      Gelombang panjang (long wave) ; gelombang jenis ini memiliki signal yang panjang sehingga mampu menjangkau range area yang sangat luas. Kerugian dari gelombang ini adalah memerlukan daya listrik yang sangat besar sehingga mahal dalam operasionalnya, Karena jenis gelombangnya panjang dan lebar menyebabkan rentan terhadap gangguan (noise).
2.      Gelombang pendek (short wave) gelombang yang menggunakan udara sebagai mediator. Jenis gelombang ini adalah SW (short wave), Keuntungan dari gelombang ini adalah Mampu menjangkau wilayah (coverage area) yang luas Banyak digunakan oleh pemancar internasional atau antar benua, Kerugian dari gelombang ini adalah Banyak noise-nya khususnya dari matahari, cuaca, udara, halilintar dsb, Suara manusia dapat didengar dengan baik tetapi pengguanaan sound effect kehilangan mutu kulitasnya (kabur).
3.      Gelombang medium (medium wave) ; gelombang yang menggunakan permukaan bumi sebagai mediator. Secara umum kebanyakan gelombang yang dipakai oleh stasiun radio. Jenis yang dipakai oleh gelombang ini adalam AM (amplitudo modulation) dan FM (frequency modulation) Keuntungan dari gelombang ini adalah Permukaan bumi kurang dipengaruhi cuaca sehingga tidak terjadi noise Mutu penyiaran lebih bagus dalam kualitas suara dan sound effect. Kerugian dari gelombang ini adalah Tanah menyerap gelombang lebih cepat daripada udara yang menyebabkan jarak jangkauan siaran lebih sempit sehingga memerlukan booster, Tanah di Indonesia mengandung besi yang cepat menyerap gelombang sehingga merupakan penghantar yang buruk.
Pemancaran Gelombang :
1.      Gelombang radio melalui kabel Merupakan cara mudah dalam memindahkan suara melalui radio, tetapi juga paling mahal. Prinsip pemancaran gelombang seperti ini umumnya digudakan di dalam gedung atau yang lebih dikenal sebagai in house radio (contoh kampus-kampus di Amerka atau inhouse radio di Matahari departement store) Keuntungannya dari gelombang ini adalah suara amat bagus, tidak ada gangguan Kerugian dari gelombang ini adalah membutuhkan biaya yang banyak karena diperlukan ribuan kabel.
2.      Gelombang radio melalui udara Pemancaran dengan cara ini biasanya menggunakan gelombang pendek. Mekanisme kerjanya adalah melemparkan gelombang suara dengan sudut tertentu ke langit-langit angkasa. Suara dalam bentuk gelombang itu selanjutnya dipantulkan dengan sudut yang sama ke permukaan bumi.
3.      Radio Steaming / Radio Online Radio Online adalah yang di pancarkan dengan menggunakan teknologi berbasis digital, yang di kirimkan melalui Media media pengirim data seperti Satelite dan jaringan kabel.Suara dan Musik dari station radio akan di konversi menjadi bilangan biner, yang membentuk kode-kode yang nantinya kode tersebut bisa di konversi kembali ke dalam bentuk suara yang bisa kita dengar.

F.     Komponen-komponen Radio
Beberapa komponen-komponen radio dan fungsinya yang perlu diketahui oleh kita bersama, adapun dalam masing-masing bagian radio tersebut, terdapat pula beberapa macam komponen elektronika sebagai alat pelengkap dan penyusunnya. terkait komponen yang ada pada dalam bagian radio lengkap beserta dengan fungsinya. Langsung saja kita simak ulasannya, di bawah ini ada beberapa informasi komponen-komponen radio.

·         Oscilator dan mixer
Pada bagian oscilator dan mixer ini ada terdapat beberapa komponen elektronika sebagai alat penyusun seperti spoel oscilator, transistor, dan juga resistor.
Adapun Transistor berfungsi sebagai alat penyambung dan pemutus (switching), menstabilisasi tegangan, dan juga untuk memodulasi sinyal.
Dan Resistor berfungsi untuk menahan arus listrik.
·         Tuning atau lingkaran penala
Pada bagian tuning atau lingkaran penala ini terdapat beberapa alat komponen penyusun, seperti spoel antena atau batang ferit, kondensetor keramik, farco, dan antena batang. Adapun fungsi-fungsi dari komponen yang terdapat pada bagian tuning atau alat komponen penyusunnya tersebut antara lain adalah:
Spoel antena berfungsi sebagai alat untuk menangkap gelombang elektomagnetik.
Kondensator keramik berfungsi sebagai alat penyaring arus/tegangan dan penyaring frekuensi radio.
Farco atau kondensator variabel berfungsi untuk memilih gelombang frekuensi tertentu yang ditangkap oleh radio. Adapun Antena batang berfungsi untuk menangkap gelombang elektromagnetik yang ada di udara.
·         Penguat frekuensi menengah (MF/IF)
Pada bagian penguat frekuensi menengah (MF/IF) ini terdapat juga komponen elektronika sebagai alat penyusun yang berupa kondensator elektrolit atau elco.
Adapun Elco berungsi untuk menyimpan energi dalam medan listrik dengan cara mengumpulkan internal muatan listrik yang tidak seimbang.
·         Detector
Dibagian detector, terdapat beberapa komponen penyusun, seperti detector dan potensiometer.
Dioda detector berfungsi untuk memberikan arus listrik yang searah.
Potensiometer berfungsi sebagai sebuah resistor variabel atau rheostat dalam urusan untuk pembagian tegangan.
·         Penguat suara (AF)
Getaran suara yang dihasilkan oleh komponen potensiometer, yaitu keadaannya masih begitu lemah. Oleh seab itu harus diperkuat dengan menggunakan penguat suara (AF). Dalam penguat suara tersebut, komponen yang bertugas adalah transistor.
Adapun transistor berfungsi sebagai alat penguat getaran suara.
·         Penguat akhir
Dalam bagian-bagian penguat akhir (AF) ini terdapat komponen elektronika sebagai alat penyusun yang berupa transformator (trafo IT dan OT). Adapun transformator tersebut terdiri dari dua macam, yaitu transformator step up dan transformator step down.
Adapun fungsi Transformator step up adalah untuk menaikkan tegangan.
Sedangkan Transformator step down berfungsi untuk menurunkan tegangan.

Semoga bermanfaat :)